8 Hal yang Membuat Anak Bahagia.

 

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bahagia dan orangtua pasti bersedia melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi terkadang orangtua bingung harus melakukan apa untuk membuat anaknya bahagia. Bagi anak, bahagia adalah ketika ia merasa nyaman dengan orang dan lingkungan di sekitarnya. Dukunglah anak untuk melakukan apa yang dia suka.

Berikut ini delapan (8) hal yang membuat anak merasa bahagia:

1. Berikan cinta dan kasih sayang kepada anak.

Linda Blair, psikolog dan penulis buku “The Happy Child” mengungkapkan bahwa untuk meraih kebahagiaan, orangtua harus menerima apa yang ada di dalam diri anaknya dan bukan hal yang anak lakukan. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan bersyukurlah dengan hal itu.

2. Membuat anak-anak merasa didengar

Dengarkanlah hal-hal yang ingin anak ceritakan kepada kita sebagai orangtua, sebab hal itu akan membuat mereka merasa terhubung dan dekat dengan orangtuanya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Dengan mendengar saat anak-anak berbicara, maka anda telah berupaya membangun hubungan yang terbuka dan jujur dengan anak. Percaya atau tidak, hal itu bisa membuat anak anda bahagia.

3. Menanamkan sifat optimis

Memiliki sifat optimis berkaitan dengan hidup yang bahagia. Demikian ujar Christine Carter PH.D., salah satu penulis buku Raising Happiness : 10 Simple Steps for More Jayful Kids and Happier Parents. Kenalkan dan ajarkan anak untuk selalu optimis serta mengajarkan anak melihat sisi baik dari setiap pengalaman yang tidak menyenangkan. Misalnya, saat anak tidak bisa bermain di luar karena sedang hujan. Sisi baiknya, anda dan anak bisa menghabiskan waktu di dalam rumah dengan bermain ataupun mengajarkan anak untuk melakukan sesuatu hal yang baru.

4. Biasakan anak untuk berinteraksi sosial

Ayo matikan gedget dan televisi, ajaklah anak ke luar ataupun ke taman bermain. Lalu ajak anak mengobrol dan bermain bersama. dan juga bisa mengajaknya bertemu dengan anak-anak sebayanya untuk bermain bersama. Ia akan bahagia kalau bisa bertemu dan bermain dengan teman-temannya.

5. Bermain tanpa instruksi.

Dunia anak adalah dunia bermain, jadi jangan batasi mereka dengan segala macam aturan saat mereka bermain. Misalnya jangan bermain ini itu karena nanti pakaian menjadi kotor. Bebaskan saja mereka bermain asal tidak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Bermain itu bagus bagi jiwa anak.

6. Lingkungan yang bahagia

Laura Kubzanky, profesor ilmu sosial dan perilaku dari Harvard School of Public Health, AS, mengungkapkan faktor keturunan (gen) dari orangtua yang berbahagia memiliki pengaruh yang besar untuk menghasilkan anak-anak yang berbahagia pula. Namun, tidak cukup sampai di situ, sebab lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan psikologis. Dalam bukunya, Christine Carter menyebutkan banyak penelitian mengungkapkan hubungan kecenderungan orang yang bahagia adalah orang-orang yang jarang menonton TV. Meski belum diketahui apa hubungannya, namun dengan tidak terlalu sering menonton TV, maka anak jadi bisa melakukan aktivitas aktif lainnya.

7. Perbanyak Waktu Bermian Anak (More Playtime)

Bermain sendiri maupun dengan teman sama menyenangkannya, serta kaya akan manfaat. Mengasah gerak motorik dan melatih emati anak. Chistine Carter menyebutkan, dengan bermain, anak sebetulnya sedang mempraktikan mindfulness, yakni memusatkan fokus secara penuh terhadap apa yang sedang dilakukan saat ini (living in the moment). Hal ini merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan sebagai terapi, ketika sedang dibawah tekanan. Untuk itu, biarkan anak bereksplorasi dengan mainan dan imajinasinya.

8. Biasakan bahagia

Jadikan bahagia sebagai gaya hidup. Sebab, bila sudah menjadi kebiasaan, hal ini tentu menjadi hal yang otomatis terjadi sehari-hari. Tantang diri anda dan si kecil untuk menerapkannya setiap hari. Cristine Carter menyebutkan salah satu yang membiasakan agar terbiasa hidup bahagia, yaitu membuang jauh-jauh gangguan atau mencegah hal yang bisa membuatnya tidak bahagia.

Nah, saat anak-anak tahu atau sudah menyadari bahwa orangtuanya akan selalu ada untuknya dalam kondisi apapun, maka mereka akan merasa bahagia.

(Rf)

English biMBA!

Shape Your Dream with Fun Learning

Sumber:

https://health.detik.com/read/2013/08/13/164525/2328772/1301/7-rahasia-membuat-anak-anda-tumbuh-bahagia

http://www.parenting.co.id/balita/12-tip-membuat-anak-lebih-bahagia-